Sabtu, 11 April 2015

Pemuja Rahasia

Pemuja rahasia ? apa itu ? ahh,, jangan berpura-pura tidak mengerti. Bukan dirimu pernah menjadi pemuja rahasia ? *senyum manis Okee,, pemuja rahasia atau tepatnya pengangum rahasia adalah seseorang yang memiliki rasa kagum kepada orang lain yang tak terungkapkan sehingga ia lebih memilih untuk merahasiakan rasanya itu. Semula saya tak tertarik untuk menuliskan kisah tentang pemuja rahasia ini tetapi saat saya mampir di blog “seorang pemuja rahasia”, agaknya hal ini cukup menarik perhatian saya. Jika ada yang bertanya “apakah saya pernah menjadi pemuja rahasia ?”. hmm,, mungkin pernah tapi itu tidak akan pernah bertahan lama. Why ? karena saya wanita. Menurut saya “kodrat wanita adalah dicintai sehingga ia bisa mencintai, sedangkan kodrat lelaki adalah mencintai sehingga ia pantas untuk dicintai”. Mungkin tidak semua orang sependapat dengan saya akan hal ini, itu semua wajar-wajar saja karena setiap orang mempunyai pemikiran berbeda-beda. Tapi inilah prinsip saya dalam hal cinta karena semuanya ini menyangkut persoalan hati. Tentu saja saya tidak ingin menyakiti hati saya dengan mengagumi seseorang tanpa terungkapkan dan terbalaskan. No, no, no, no, this is not myself. Saya sangat menyayangi diri ini, saya tak ingin melukainya dengan hal yang sia-sia. Bukankah menjadi pemuja rahasia itu hal yang sia-sia ? Tentu saja,, karena kita menitipkan hati kita padanya tanpa sedikitpun dia peduli akan hal itu. Kita terus mengaguminya tanpa sadar ada orang lain yang memberikan perhatiannya kepada kita. Bahkan kadang kita rela tersakiti asalkan ia tak menjauh dari kehidupan kita. Dimana letak kebahagiaan pemuja rahasia ini ? Miris sekali kisah para pemuja rahasia ini. Ohh,, tidak semua kisah para pemuja rahasia berhujung tragis kok. Ada sebagian yang mendapatkan balasan akan kekagumannya itu dan tentunya itu akan membuatnya sangat bahagia (Mungkin). Wahai para pemuja rahasia, termasuk diri saya. . Kemanakah pikiranmu ? Dimana letak logikamu ? Apakah rasa telah menggelapkan semua ? Terlalu sensitifkah hatimu ? Tak adakah keseimbangan logika dan hati dalam dirimu ? Sayangilah dirimu,, ia “orang yang kau kagumi” yang entah karena apa belum tentu mampu membuatmu bahagia. Yaah, bagaimana dia bisa membuatmu bahagia sedangkan saat ini ia membiarkanmu terhanyut dalam luka. Tidak ada salahnya mencintai karena itu fitrah manusia. Benar mencintai itu pilihan akan tetapi seseorang berkata padaku bahwa “dosa terbesar itu ada pada cinta (Cinta nafsu) dan pahala terbesar itu juga ada pada cinta (Cinta ALLAH SWT)”. Semoga kita dapat memperbaiki arah cinta kita yang sesungguhnya dan meningkatkan kadar cinta kita kepada Allah SWT. “Yaa Rabbi, bimbing kami dalam menjalani hidup ini. Jangan biarkan kenikmatan dunia menggoda kami sehingga terlupa akherat dalam diri. Jagalah, Lindungilah dan Cintailah kami. Naungilah hidup kami dengan nuansa cinta Mu nan penuh keikhlasan. Suburkanlah rasa cinta di hati ini dengan kecintaan kepada Mu. Sesungguhnya Engkaulah tempat kami kembali”. Aamiin. . posted by:Dessy Purnamasari follow: @agungrawx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar